Dalam memperbaiki ponsel kita membutuhkan alat-alat seperti :
Solder Uap
Soldering Iron
Power Supply Analyzer
Multitester Digital & Analog
Frekuensi Counter, Oscilloscope & Spectrum Analyzer
Kaca Pembesar, PCB Ultrasonic Cleaner,
Timah Gulung, Timah Cair, Pasta Solder, Plat BGA, Solder Wick.
Dsb.
Kali ini kita akan membahas mengenai kegunaan dari Power Supply untuk
mendeteksi kerusakan pada ponsel. Selain itu juga dapat dipergunakan
untuk mencharge segala jenis batere rechargeable tanpa merusak sel-sel
batere tsb.
Ponsel yang terlalu lama disimpan sehingga battere menjadi kosong sama
sekali, akibatnya batere tidak dapat diisi dengan cara biasa. Sehingga
sering pemilik ponsel menggangap ponselnya mengalami kerusakan mati
total, dan membawanya ke tempat service untuk diperbaiki. Padahal oleh
teknisi tentu saja batere yang kosong tadi cukup disuntik alias diberi
tegangan kejut, dan ponsel dicharge seperti biasa hingga normal kembali.
Nah, apabila anda mengalami kasus seperti ini ada baiknya diperiksa
dengan Power Supply untuk mendeteksi kerusakan pada ponsel, dengan cara
sbb:
1. Nyalakan Power Supply dan atur tegangan pada Voltmeter sebesar 3,6 hingga 4 Volt.
2. Hubungkan konektor (+) dan (-) Power Supply dengan konektor battere (+) dan (-) pada ponsel.
3. Lihat jarum Ampere Meter apakah ada kenaikan arus. Normalnya jarum
tetap di angka 0. Apabila arus langsung naik, berarti ada komponen pada
ponsel yang short. Biasa kerusakan pada IC Power, PA, atau IC Charging
yang perlu diganti.
4. Apabila normal, langkah selanjutnya tekan saklar On/Off pada ponsel.
Pada ponsel yang normal, jarum A akan naik 2 tahap dan ponsel akan
menyala.
5. Sedangkan pada ponsel yang bermasalah, ada dua kemungkinan pergerakan
jarum A. Jarum A yang naik lalu turun lagi setelah saklar ditekan
menunjukkan kerusakan pada rangkaian Regulator (IC Power) pada ponsel.
Sedangkan Jarum A yang naik dan menunjukkan angka tertentu setelah
saklar ditekan menunjukkan kerusakan pada rangkaian Processor (CPU),
Memory beserta Softwarenya. Untuk itu ponsel perlu dilakukan pengecekan
menggunakan program dan kabel data yang sesuai jenisnya.
Kegunaan lain dari Power Supply adalah dapat mengisi batere dalam kondisi kosong sama sekali. Dengan cara sbb :
* Hubungkan kabel Power Supply (+) dan (-) ke masing-masing kutub Batere.
* Atur tegangan pada skala Voltmeter jangan melebihi tegangan maximal
batere (sekitar 4V). Apabila lebih, Power Supply akan memutuskan arus
secara otomatis untuk mencegah kerusakan pada batere. Power Supply perlu
direstart kembali. Apabila tegangan kurang, Batere tidak akan terisi.
* Untuk itu tegangan perlu diatur hingga jarum A perlahan naik hingga
semaximal mungkin. Sehingga Batere akan terisi penuh hingga jarum A
perlahan-lahan turun pertanda Batere mulai penuh.
DETEKSI KESALAHAN DENGAN POWER SUPPLY
`
DETEKSI 1
Power on gagal, sewaktu on/off di tekan short Amphere&Voltage yaitu ke titik ‘0’
Analisis:
Terjadi short pada komponen-komponen yang dihubungkan langsung ke V
Battery, yaitu IC PA, IC Charging, IC UI Regulator dan Ccont.
Tindakan:
Angkat Pin1 dari IC UI jika masih short angkat IC PA dan seterusnya.
Sampai tidak terjadi short. Bila normal maka ganti IC yang menyebabkan
short.
DETEKSI 2
Switch ditekan Amphere pada DC Power Supply tidak ada reaksi, sewaktu kabel (+) dibalik short.
Analisis:
Terjadi kerusakan pada on/off
Terjadi putus jalur pada on/off
Terjadi kerusakan pada IC Power Supply (Ccont)
Tindakan:
Ukur Switch on/off
Ukur jalur pada on/off dengan memperhatikan skema jalur on/off
Jika semua OK maka kerusakan ada pada Ccont, panaskan jika tak mau maka gani sampai terdapat tegangan Amphere naik.
DETEKSI 3
Switch ditekan Amphere menunjukkan tren naik dari 0 sampai 20-50 MA dan stabil disitu.
Analisis:
Ccont telah memberikan tegangan tetapi berhenti perintahnya. Biasanya HP hilang data program. IC Flash rusak , IC Cobba rusak
Tindakan:
Gunakan software untuk memprogram ulang ponsel sesuai dengan tipenya.
Biasanya ponsel akan normal kembali, jika tidak maka perbaiki IC Flash,
Cobba dan terakhir CPU.
DETEKSI 4
Switch ditekan, Amphere pada DC Power Supply tidak ada reaksi sewaktu kabel (+) dibalik tidak terjadi short.
Analisis:
Terjadi putus jalur (+) pada battery sehingga tidak masuk arus ponsel
Tindakan:
Perhatikan skema jalur (+) lalu gunakan teknik jumper pada jalur yang putus
DETEKSI 5
Swicth ditekan, Amphere pada DC Power Supply menunjukkan 1 – 2 A dan stabil disitu.
Analisis:
Terjadi kebocoran arus yang disebabkan kapasitor atau komponen yang ambil arus langsung ke V Battery.
Tindakan:
Isolasi komponen-komponen yang diambil arus langsung ke V Battery.
DETEKSI 6
Switch ditekan, amphere menunjukkan 50 MA – 1 A dan stabil disitu.
Analisis:
Terjadi unsolder pada komponen diluar. Komponen yang di ambil arus langsung ke V Battery.
Tindakan:
Panaskan IC nya lalu coba diganti
DETEKSI 7
Switch belum ditekan telah terjadi short (voltage turun ke 0)
Analisis:
Terjadi short pada jalur V Battery
Tindakan:
Lepaskan komponen-komponen yang merupakan jalur V Battery, satu persatu.
DETEKSI 8
Switch ditekan Amphere naik menunjukkan tidak stabil lalu kambali ke 0
Analisis:
Terjadi tidak normal pada sistem clock (RTC)
Tindakan:
Isolasi komponen rangkaian clock (RTC)
Pemeriksaan dengan power supply :
Diperlukan power supply dengan skala ampere sebesar 1 ampere (A) atau
1000 mA. Hal bertujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Pasang kabel dari power supply ke konektor battery ponsel sebanyak
minimal 3 kabel, dengan urutan negatip, BSI dan positip. (warna hitam,
hijau dan merah)
- Arahkan volt pada power supply 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Ponsel dalam keadaan off, lalu tekan tombol on
- Bila amper saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem pada
hardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off
sampai pada battery.
- Bila amper saat ditekan tombol on, naik 50 mA, maka problem yang
terjadi adalah masalah software (SW),sekitar maka yang perlu dilakukan
adalah HP diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang
lebih tinggi.
b. Mati total karena jatuh.
Penanganannya :
- HP tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, tetapi terlebih
dahulu HP harus dibongkar, dipanasi, dan direposisi kembali letak/posisi
komponen yang berubah sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi.
- Setelah itu HP baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware (HW) / Software (SW).
- Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.
c. Mati total karena kena air.
Penanganannya :
- Untuk HP yang kena air juga pertama kali tidak boleh dites dengan
menggunakan power supply, karena beresiko terjadi hubungan pendek antar
komponen didalam air, tetapi HP terlebih dahulu harus
divakum,dipanasi,atau diblower dengan terlebih dahulu diberi cairan
pembersih IPA, juga bisa menggunakan butir silika untuk menyerap air
yang ada pada HP.
- Setelah HP dipastikan telah kering sungguh, maka kita boleh
menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada
Hardware (HW) atau Software (SW).
- Pada HP yang terkena air, biasanya terjadi kerusakan pada aksesoris HPnya.
2. Ponsel mati total karena IC UI.
Pada kasus HP seperti ini maka dibutuhkan alat test yaitu power supply.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Hubungkan power supply pada ponsel, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
- Pada saat ponsel dalam keadaan off, lihat jarum ampere pada power supply akan naik sebesar 100mA.
- Ponsel akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.
Penanganannya :
- Lepaskan IC UI, lalu hidupkan ponsel.
- Maka ada tampilan pada LCD ponsel "Insert SIM Card".
- Pasang IC UI yang baru.
- Hidupkan ponsel, maka ponsel akan bekerja dengan baik.
3. Ponsel mati total karena IC CPU.
Untuk mengetahui apakah ponsel mati total karena IC CPU adalah sebagai berikut :
- Beri tegangan (volt) pada ponsel dengan menggunakan power supply sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V).
- Pada saat ponsel belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila
ponsel sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik 100mA.
Penanganannya :
- Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu
memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja, tetapi apabila IC CPU
rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita
mengganti IC CPU kita terlebih dahulu harus mempunyai lem anti panas dan
cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti
panas, setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa
memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru.
4. Ponsel mati total pada saat kita melakukan panggilan.
Untuk melakukan pengetesan kita gunakan power supply dengan cara :
- Hubungkan ponsel dengan power supply, beri tegangan (volt) sebesar 3,6
V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) pada ponsel.
- Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat ponsel masih dalam keadaan mati.
- Kita nyalakan ponsel lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA.
Penanganannya :
- Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang
seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan
angka dibawah 400mA, maka ponsel sudah dalam keadaan baik.